Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi ini dikelompokkan dalam beberapa bentuk sesuai modus operandi yang ada, antara lain:
Unauthorized Access to Computer System and Service
Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatusistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukannya hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi Internet/intranet.
Illegal Contents
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya, pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah dan sebagainya.
Data Forgery
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi "salah ketik" yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat saja disalah gunakan
Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data pentingnya (data base) tersimpan dalam suatu sistem yang computerized (tersambung dalam jaringan komputer)
Cyber Sabotage and Extortion
Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan Internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.
Offense against Intellectual Property
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet. Sebagai contoh, peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di Internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.
Infringements of Privacy
Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.
Tipenya cybercrime menurut Philip Renata:
1. Joy computing, yaitu pemakaian komputer orang lain tanpa izin.
2. Hacking, yaitu mengakses secara tidak sah atau tanpa izin dengan alat suatu terminal.
3. The trojan horse, yaitu manipulasi data atau program dengan jalan mengubah data atau intsruksi pada sebuah program, menghapus, menambah, menjadikan tidak terjangkau, dengan tujuan kepentingan pribadi atau orang lain.
4. Data leakage, yaitu menyangkut pembocoran data ke luar terutama mengenai data yang harus dirahasiakan.
5. Data diddling, yaitu suatu perbuatan yang mengubah data valid atau sah dengan cara tidak sah, mengubah input data atau output data.
6. To frustate data communication atau penyia-nyiaan data komputer.
7. Software piracy, yaitu pembajakan software terhadap hak cipta yang dilindungi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).
Modus Kejahatan Cybercrime Indonesia (Roy Suryo):
1. Pencurian nomor (kartu) kredit
2. Memasuki, memodifikasi, atau merusak homepage (hacking)
3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.
Kasus Cybercrime yang sering Terjadi di Indonesia (As’ad Yusuf):
1. Pencurian nomor kartu kredit;
2. Pengambilalihan situs web milik orang lain;
3. Pencurian akses internet yang sering dialami oleh ISP;
4. Kejahatan nama domain;
Sumber :
http://sidodolipet.blogspot.com/2010/02/jenis-jenis-ancaman-threats-melalui-it.html
http://www.google.co.id/#hl=id&ei=h_mZS-2WCYnGrAetzsDRCw&sa=X&oi=spell&resnum=0&ct=result&cd=1&ved=0CA8QBSgA&q=contoh+kasus+computer+crime/cyber+crime&spell=1&fp=a05003197864f75b
Senin, 22 Maret 2010
ciri-ciri profesionalisme di bidang IT dan kode etik profesional
ETIKA
Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etik berarti sifat atau karakter atau moralitas. Moralitas adalah kebiasaan, yg fokusnya pada perilaku yang baik dan yang salah. Etika berkaitan dengan masalah bagaimana seseorang bertindak terhadap orang lain.
Tujuan dari etika adalah Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
Prinsip-Prinsip Etika:
• Tanggungjawab
• Kepentingan Publik
• Integritas
• Obyektivitas dan Independensi
• Saksama
• Lingkup dan Jenis Jasa
PROFESIONALISME
Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik.
Ciri-ciri profesionalisme:
1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
TUJUAN KODE ETIKA PROFESI
Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama.
Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah:
1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, intitusi, dan masyarakat pada umumnya.
2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema?dilema etika dalam pekerjaan.
3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi?fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu.
4. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral?moral dari komunitas, dengan demikian standard-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya .
5. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi .
6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.
ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI
Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.
1. Privasi
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya.
2. Akurasi
Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan.
3. Properti
Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
4. Akses
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk s
ANALISA KODE ETIK JAKSA
Dalam dunia kejaksaan di Indonesia terdapat lima norma kode etik profesi jaksa, yaitu:
1. Bersedia untuk menerima kebenaran dari siapapun, menjaga diri, berani, bertanggung jawab dan dapat menjadi teladan di lingkungannya
2. Mengamalkan dan melaksanakan pancasila serta secara aktif dan kreaatif dalam pembangunan hukum untuk mewujudkan masyarakat adil
3. Bersikap adil dalam memberikan pelayanan kepada para pencari keadilan
4. Berbudi luhur serta berwatak mulia, setia, jujur, arif dan bijaksana dalam diri, berkata dan bertingkah laku
5. Mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara daripada kepentingan pribadi atau golongan
Sumber :
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/hukum-indonesia/analisa-kode-etik-jaksa
http://gie-cr7.web.id/revina/?p=113
Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etik berarti sifat atau karakter atau moralitas. Moralitas adalah kebiasaan, yg fokusnya pada perilaku yang baik dan yang salah. Etika berkaitan dengan masalah bagaimana seseorang bertindak terhadap orang lain.
Tujuan dari etika adalah Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
Prinsip-Prinsip Etika:
• Tanggungjawab
• Kepentingan Publik
• Integritas
• Obyektivitas dan Independensi
• Saksama
• Lingkup dan Jenis Jasa
PROFESIONALISME
Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik.
Ciri-ciri profesionalisme:
1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
TUJUAN KODE ETIKA PROFESI
Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama.
Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah:
1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, intitusi, dan masyarakat pada umumnya.
2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema?dilema etika dalam pekerjaan.
3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi?fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu.
4. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral?moral dari komunitas, dengan demikian standard-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya .
5. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi .
6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.
ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI
Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.
1. Privasi
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya.
2. Akurasi
Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan.
3. Properti
Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
4. Akses
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk s
ANALISA KODE ETIK JAKSA
Dalam dunia kejaksaan di Indonesia terdapat lima norma kode etik profesi jaksa, yaitu:
1. Bersedia untuk menerima kebenaran dari siapapun, menjaga diri, berani, bertanggung jawab dan dapat menjadi teladan di lingkungannya
2. Mengamalkan dan melaksanakan pancasila serta secara aktif dan kreaatif dalam pembangunan hukum untuk mewujudkan masyarakat adil
3. Bersikap adil dalam memberikan pelayanan kepada para pencari keadilan
4. Berbudi luhur serta berwatak mulia, setia, jujur, arif dan bijaksana dalam diri, berkata dan bertingkah laku
5. Mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara daripada kepentingan pribadi atau golongan
Sumber :
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/hukum-indonesia/analisa-kode-etik-jaksa
http://gie-cr7.web.id/revina/?p=113
Minggu, 07 Maret 2010
Etika dan Profesonalisme TSI
Etika dan Profesonalisme TSI
Berbicara tentang etika dan profesionalisme berarti berbicara tentang sikap, perilaku, tindakan di lingkungan sekitar
etika merupakan cabang filosofi yang berkaitan dengan apa saja yang dipertimbangkan baik dan salah.
etika sendiri berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti karakter, sebuah watak yang menghubungkan individu kepada lingkungannya sebagai alat penilai baik atau salah salah, benar atau tidaknya suatu tindakan..
sedang profesionalisme sering disebut-sebut sebagai sebuah sifat ahli pada pekerjaannya dan profesinya.
Adapun seseorang dikatakan profesinal jika:
1. Punya ketrampilan yang tinggi, setidaknya pada satu bidang ilmu yang ia geluti
2. Punya ilmu dan pengalaman, tak ada seorang profesional yang mengerjakan pekerjaan nya dengan asal-asal,mereka pun berpatok pada ilmu serta pengalaman-pengalaman yang ada, sehingga mereka mampu untuk meminimalir kesalahan
3.Punya sikap mandiri. tanpa disadari seorang profesional justru lebih terbuka pada pendapat, bisa menghargai pendapat orang lain. dan cermat dalam memilih tindakan.
Dari dua penjelasan di atas kita dapat mengambil sedkit hipotesa bahwa ada satu hubungan yang saling mendukung antara etika dan profesionalisme…
salah satu contoh kasus berkaitan tentang etika dan profesionalisme di bidang bisnis
sumber:
http://insidewinme.blogspot.com/2007/12/kasus-etika-bisnis-perusahaan.html
sedangkan etika dan profesionalisme dalam TIS
Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup
= privasi hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya,
= akurasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan,
= property Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret),
= akses Fokus dari masalah ini pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak.
bentuk-bentuk ancaman pada sistem informasi
sumber referensi:
http://anaksalendu.wordpress.com/2010/02/19/etika-dan-profesionalisme-teknologi-sistem-informasi-part1/dina_agustin.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15966/Materi+2.doc
http://www.ftsm.ukm.my/mas/nota%20tm3923/mm%20etika%20profesional%20TM.pdf
www.powerpoint-search.com/tentang-etika-dan-hukum-ti-ppt.htm
http://airazone.wordpress.com/2009/07/15/tugas-etika-profesi/
http://mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/
http://insidewinme.blogspot.com/2007/12/kasus-etika-bisnis-perusahaan.html
________________________________________
Berbicara tentang etika dan profesionalisme berarti berbicara tentang sikap, perilaku, tindakan di lingkungan sekitar
etika merupakan cabang filosofi yang berkaitan dengan apa saja yang dipertimbangkan baik dan salah.
etika sendiri berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti karakter, sebuah watak yang menghubungkan individu kepada lingkungannya sebagai alat penilai baik atau salah salah, benar atau tidaknya suatu tindakan..
sedang profesionalisme sering disebut-sebut sebagai sebuah sifat ahli pada pekerjaannya dan profesinya.
Adapun seseorang dikatakan profesinal jika:
1. Punya ketrampilan yang tinggi, setidaknya pada satu bidang ilmu yang ia geluti
2. Punya ilmu dan pengalaman, tak ada seorang profesional yang mengerjakan pekerjaan nya dengan asal-asal,mereka pun berpatok pada ilmu serta pengalaman-pengalaman yang ada, sehingga mereka mampu untuk meminimalir kesalahan
3.Punya sikap mandiri. tanpa disadari seorang profesional justru lebih terbuka pada pendapat, bisa menghargai pendapat orang lain. dan cermat dalam memilih tindakan.
Dari dua penjelasan di atas kita dapat mengambil sedkit hipotesa bahwa ada satu hubungan yang saling mendukung antara etika dan profesionalisme…
salah satu contoh kasus berkaitan tentang etika dan profesionalisme di bidang bisnis
sumber:
http://insidewinme.blogspot.com/2007/12/kasus-etika-bisnis-perusahaan.html
sedangkan etika dan profesionalisme dalam TIS
Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup
= privasi hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya,
= akurasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan,
= property Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret),
= akses Fokus dari masalah ini pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak.
bentuk-bentuk ancaman pada sistem informasi
sumber referensi:
http://anaksalendu.wordpress.com/2010/02/19/etika-dan-profesionalisme-teknologi-sistem-informasi-part1/dina_agustin.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15966/Materi+2.doc
http://www.ftsm.ukm.my/mas/nota%20tm3923/mm%20etika%20profesional%20TM.pdf
www.powerpoint-search.com/tentang-etika-dan-hukum-ti-ppt.htm
http://airazone.wordpress.com/2009/07/15/tugas-etika-profesi/
http://mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/
http://insidewinme.blogspot.com/2007/12/kasus-etika-bisnis-perusahaan.html
________________________________________
Senin, 21 Desember 2009
Java Community Process (JCP)
Java Community Process (JCP)
Java Community Process (JCP) adalah organisasi internasional dan pemegang lisensi Jawa pengembang yang piagam adalah untuk mengembangkan dan merevisi spesifikasi teknologi Java, referensi implementasi, dan teknologi kompatibilitas kit.
Spesifikasi JCP yang dijelaskan :
1. Java
Java adalah sebuah object-oriented, platform-independen, multithreaded, lingkungan pemrograman. Software ditulis dalam bahasa pemrograman Java dikompilasi ke kode byte. Mesin virtual Java, menafsirkan bahwa kode byte untuk setiap platform yang virtual Java mesin dipasang.
2. J2EE
Java 2 Platform, Enterprise Edition (J2EE) menggunakan multi-tier model didistribusikan. J2EE Platform yang terdiri dari sebuah Web Server dan sebuah EJB Server. (Server-server ini juga disebut "wadah.") Kontainer Web menyediakan lingkungan runtime melalui penamaan komponen yang memberikan konteks dan manajemen siklus hidup. Beberapa Web server mungkin juga menyediakan layanan tambahan seperti keamanan dan kontrol concurrency. Sebuah server Web dapat bekerja dengan EJB server untuk menyediakan beberapa layanan tersebut. Sebuah web server, bagaimanapun, tidak perlu ditempatkan pada mesin yang sama sebagai server EJB. EJB server yang menyediakan lingkungan yang mendukung pelaksanaan aplikasi yang dikembangkan menggunakan Enterprise JavaBeans (EJB) komponen. Ini mengelola dan mengkoordinasikan alokasi sumber daya pada aplikasi. Enterprise kacang biasanya berisi logika bisnis untuk aplikasi J2EE.
3. J2EE EJB server atau wadah
JB server yang menyediakan lingkungan yang mendukung pelaksanaan aplikasi yang dikembangkan menggunakan Enterprise JavaBeans (EJB) komponen. Ini mengelola dan mengkoordinasikan alokasi sumber daya pada aplikasi. Enterprise kacang biasanya berisi logika bisnis untuk aplikasi J2EE.
The EJB server harus memberikan satu atau lebih EJB kontainer. Sebuah kontainer EJB kacang mengelola perusahaan yang terkandung di dalamnya. Untuk setiap perusahaan buncis, wadah bertanggung jawab atas pendaftaran benda, menyediakan interface untuk remote objek, menciptakan dan menghancurkan objek contoh, memeriksa keamanan untuk objek, mengelola negara aktif untuk objek, dan koordinasi didistribusikan transaksi. Opsional, wadah juga dapat mengelola semua data gigih dalam benda.
Teknologi Enterprise JavaBeans mendukung transien dan gigih objek. Sebuah objek sementara disebut sesi kacang, dan objek yang terus-menerus disebut entitas kacang.
Sesi kacang ada hanya untuk jangka waktu satu klien / server sesi. Sesi kacang melakukan operasi seperti mengakses database atau melakukan perhitungan. Sesi kacang dapat transaksional, tetapi biasanya tidak dapat dipulihkan setelah sistem crash. Sesi kacang dapat tanpa kewarganegaraan, atau mereka dapat mempertahankan negara di seluruh metode percakapan dan transaks . Sesi kacang harus mengelola data gigih sendiri.
Suatu entitas bean adalah representasi objek data yang terus-menerus dijaga dalam menyimpan data permanen, seperti database. Sebuah entitas objek dapat mengelola sendiri ketekunan, atau dapat melimpahkan ketekunan ke wadah. Lihat:
4. Java Data Objects (JDO)
Java Data Objects (JDO) spesifikasi adalah bagian dari Sun Java Community Process. JDO adalah program aplikasi Java antarmuka (API) untuk transparan ketekunan. Ia bekerja dengan kedua obyek dan database relasional serta jenis sistem lainnya. Ini dirancang untuk juga bekerja dengan baik dengan EJB dan J2EE.
JDO model obyek yang ditentukan oleh seperangkat kelas Java dan XML file metadata. File metadata berisi petunjuk pemodelan yang baik menimpa semantik ditentukan di Jawa atau menyediakan semantik yang tidak dapat diungkapkan di Jawa. Sebuah enhancer disediakan yang meningkatkan kelas Java yang didasarkan pada model ini petunjuk.
JDO spesifikasi yang menyediakan interface standar untuk mengakses, menyimpan, dan pengolahan objek terus-menerus. Aspek utama dalam model JDO:
PersistenceManager: PersistenceManagers bernegosiasi mengakses, transaksi, dan permintaan antara aplikasi dan data store yang mendasarinya. More on the JDO PersistenceManager (new window) . Lebih pada JDO PersistenceManager (jendela baru).
Transaksi: Transaksi menyediakan untuk atom, konsisten, terisolasi, dan tahan lama pengelolaan data (ACID properti). More on ACID properties (new window) . Lebih lanjut mengenai properti ACID (jendela baru).
Query: The JDO Query Language (JDOQL) memungkinkan pengguna untuk mencari benda-benda yang terus-menerus sesuai kriteria spesifik. JDOQL ini dimaksudkan untuk menjadi netral bahasa query, sehingga query yang mendasarinya bisa bahasa SQL, query database obyek bahasa seperti OQL, atau mengkhususkan API untuk hirarki database atau sistem EIS. More on the JDO Query Language (new window) . Lebih pada JDO Query Language (jendela baru).
PersistenceCapable kelas: entitas aktual yang disimpan dan diambil. Ada tiga model identitas untuk memungkinkan manajemen database yang berbeda sistem. More on JDO identity models . Lebih lanjut mengenai identitas JDO model (jendela baru).
JDO spesifikasi yang menggunakan bahasa Jawa sebanyak mungkin, yang memungkinkan integrasi transparan Jawa. Hal ini diilustrasikan oleh diagram berikut dan kontras dengan sub-bahasa database SQL dan variannya. Dalam diagram ini, Anda hanya melihat bahasa pemrograman tuan rumah dan tidak ada database sub-bahasa atau hubungi antarmuka tingkat seperti pada JDBC.
5. JDBC
JDBC adalah Java API untuk mengeksekusi perintah SQL. Terdiri dari satu set kelas dan interface yang ditulis di Jawa. Meskipun JDBC mirip Microsoft Corporation's Open Database Connectivity (ODBC) API, JDBC menyediakan antarmuka Jawa lebih alami. Memang, bagaimanapun, membangun ODBC, sehingga orang akrab dengan ODBC akan merasa mudah untuk menggunakan JDBC. Baik JDBC dan ODBC didasarkan pada X / Open SQL CLI (Call Level Interface).
Menggunakan JDBC, pernyataan SQL dapat dikirim ke hampir semua sistem manajemen basis data (DBMS). Ini digunakan sebagai antarmuka untuk kedua relasional dan objek DBMSs.
JDBC menggunakan panggilan-pendekatan tingkat bila menggunakan bahasa pemrograman Java. Hal ini diilustrasikan oleh pernyataan JDBC dalam diagram ini.
Contoh sebuah pernyataan JDBC yang menciptakan contoh yang baru akan Person:
PreparedStatement insertPerson = con.prepareStatement( PreparedStatement insertPerson = con.prepareStatement ( "INSERT INTO PERSON " + "INSERT INTO PERSON" + "VALUES (?,?)"); "VALUES (?,?)");
insertPerson.setString(1, "999999999"); insertPerson.setString (1, "999.999.999"); insertPerson.setString(2, "Doug Barry"); insertPerson.setString (2, "Doug Barry"); insertPerson.executeUpdate(); insertPerson.executeUpdate ();
Jika Anda juga ingin memanipulasi Person baru ini tuan rumah contoh di program ini, Anda akan memerlukan kode Java di samping kode ini fragmen yang populates yang contoh di Jawa bersama dengan contoh dalam database. Juga melihat kegigihan transparan vs JDBC tingkat panggilan antarmuka (jendela baru).
Untuk contoh bagaimana arsitektur JDBC dapat digunakan, lihat menggunakan JDBC dengan server aplikasi (jendela baru).
JDBC adalah sebuah nama merek dagang dan bukan merupakan suatu akronim. " JDBC, bagaimanapun, sering keliru berpikir untuk berdiri untuk "Java Database Connectivity."
I. Pendahuluan
OVER RECENT tahun, fitur dan kesempatan yang ditawarkan oleh multimedia dan teknologi komunikasi, seperti modus transfer asinkron (ATM), telah mengakibatkan peningkatan jumlah beberapa aplikasi komersial untuk videoconference, penanganan informasi multimedia gambar pengolahan, dan sebagainya, yang sedang diintegrasikan ke dalam telemedicine aplikasi, terutama di teleradiology Pengguna akhir, yang dalam hal ini adalah kesehatan profesional, menerima satu set aplikasi yang tidak terkoneksi tidak mudah dikelola, di mana integrasi informasi terutama didasarkan pada "copy-dan-paste" mekanisme antara aplikasi. Aksesibilitas teknologi mahal dan manusia sumber daya untuk setiap warga negara, terlepas dari mana sumber daya ini berada, yang jelas saat ini kebutuhan obat-obatan.
Ini adalah kasus sumber daya pencitraan medis di rumah sakit. Itu keberadaan peralatan ini tidak berarti kehadiran di rumah sakit dari semua ahli yang terlibat dalam diagnosis akhir (e.g., radiologi dan traumatologists). Hal ini lebih rasional dan menguntungkan untuk mencari solusi kerja kolaboratif baru, berdasarkan pada sistem informasi terdistribusi, dan untuk tujuan untuk memberikan remote medis pengguna dengan akses ke database citra medis koperasi untuk membantu diagnosis. Pelaksanaan semacam ini strategi akan mengurangi biaya dan mengoptimalkan penggunaan peralatan pencitraan medis. Skenario umum jenis aplikasi telemedicine dapat digambarkan sebagai berikut: dua situs klinis terpencil dengan peralatan yang berbeda dan tenaga medis, dilengkapi dengan dua telemedicine terminal dihubungkan oleh sebuah jaringan broadband, terpisah secara geografis dapat berbagi sumber daya dan dukungan komputer yang diperlukan kerjasama yang didukung (CSCW) antara profesional kesehatan klinis yang terletak pada kedua situs. Dalam skenario ini, pusat pencitraan medis (MIC), khusus dalam diagnosis pencitraan medis, menawarkan pencitraan medis peralatan dan keahlian medis yang diperlukan oleh pengarah rumah sakit (RH), di mana peralatan dan keahlian ini tidak tersedia. Dalam rumah sakit, ahli klinis merujuk pasien mereka ke MIC untuk melaksanakan studi pencitraan medis.
A. Bonaparte Proyek
Sebagai contoh skenario yang digambarkan di atas, makalah ini menyajikan desain, pengembangan, dan evaluasi maju aplikasi dan layanan telemedicine dikembangkan dalam proyek Bonaparte
Gambar. 1. Telepresence dalam sesi klinis skenario. Aakses. Bonaparte konsorsium yang terdiri dari operator, industri telekomunikasi, universitas, dan pengguna dari delapan negara-negara Eropa.
II. METODE Desain yang sesuai jenis ini sangat interaktif sistem harus didasarkan pada pengguna desain terpadu berpusat menjadi kegunaan evaluasi dalam siklus hidup sistem. Ini Pendekatan kegunaan dimulai dengan rinci kebutuhan pengguna analisis, di mana pengguna sistem dan skenario telah ditentukan, dan berlanjut dengan spesifikasi dan desain sistem dan user interface. Akhirnya, kegunaan untuk proses evaluasi harus menjamin pemenuhan terakhir dari kebutuhan pengguna.
A. Analisis Kebutuhan Pengguna Metodologi
Analisis kebutuhan pengguna metodologi yang digunakan dalam proyek bergantung pada deskripsi tertentu konteks di mana aplikasi yang akan digunakan. Konteks ini digunakan deskripsi dilakukan dengan kuesioner yang terstruktur termasuk daftar hierarkis yang paling umum faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegunaan akhir aplikasi.
B. Definisi dari Skenario Telemedis
Berdasarkan skenario telemedicine umum, seperti satu disajikan dalam bagian sebelumnya, beberapa jenis pengguna dan skenario yang diidentifikasi pada kedua pusat kesehatan, yaitu MIC dan RH. Para pengguna aplikasi telemedicine
C. Multimedia Telemedis Platform
Koperasi Medical Diagnosis. Yang telemedicine platform yang digunakan dalam proyek Bonaparte didasarkan pada ATM telemedicine yang ada platform multimedia
Layanan telemedicine lanjutan terdiri dari telemedicine platform adalah sebagai berikut. • Computer-Supported Cooperative Work : Layanan ini memungkinkan dua pengguna untuk berinteraksi secara bersamaan dengan medis aplikasi imaging untuk melakukan diagnosis koperasi. Hal ini dibangun di atas alat-alat CSCW berdasarkan digabungkan longgar didistribusikan arsitektur untuk kerjasama sinkron untuk membantu pelaksanaan aplikasi koperasi. Tindakan dijalankan oleh setiap pengguna di / lokalnya aplikasi secara otomatis direplikasi di remote terminal. • DICOM 3,0 Jasa : Sebuah aplikasi telemedicine imaging diagnosis harus memungkinkan dokter untuk mengakses gambar database didistribusikan peralatan medis dari berbagai produsen. The Digital Imaging dan Komunikasi di Pengobatan (DICOM) 3,0 standar [19] memungkinkan interoperabilitas peralatan pencitraan medis oleh menetapkan seperangkat protokol untuk pertukaran medis gambar dan format penyimpanan gambar. Layanan yang DICOM diimplementasikan di platform memungkinkan aplikasi untuk berkomunikasi dengan DICOM-kompatibel pencitraan medis peralatan untuk query, mengambil, dan menyimpan gambar. • Image Scanning, Pengolahan, dan Percetakan : Layanan ini memungkinkan scanning film gambar berbasis serta dengan pengolahan dan pencetakan. Fungsi gambar pengolahan perpustakaan telah dipilih sesuai dengan kebutuhan diagnosis gambar dari kajian mendalam klinis modalitas (US, NMR, XR, CR, NM, dll,). Selain dasar ini alat pengolahan gambar, lainnya fungsi telah ditambahkan: koreksi, rekonstruksi, dan meningkatkan. Perpustakaan ini mendukung DICOM, TIFF, dan IFF format gambar. • Multimedia Electronic Mail : elektronik multimedia mail memungkinkan pengiriman beberapa objek monomedia (teks, audio, gambar, grafik, dll) dalam transmisi folder. • Video Conference : Layanan ini memungkinkan aplikasi untuk mendirikan real-time berkualitas tinggi (320 240 pixel pada 25 frame / s) bidirectional audio / video saluran antara dua pengguna, ETSI berikut rekomendasi mengenai sungai penundaan. Salah satu fitur utama layanan ini adalah alokasi dinamis audio / video stream prioritas dan kualitas, yang memungkinkan aplikasi lain sungai, seperti foto, untuk meningkatkan bandwidth dinamis. Selain itu, audio dan video bandwidth relatif dapat akan diubah secara dinamis dengan memberikan prioritas audio atas aliran video agar dialog alam di pertahankan. • File Data Transmisi / Penerimaan : ini mendukung pelayanan dasar transfer file yang aman antara dua remote site. Persimpangan layanan ini secara terpisah dari file data file isinya. • Keamanan : mempertahankan layanan keamanan pengguna / departemen / pusat database dengan entri berwenang (user / password). Layanan ini bertanggung jawab untuk password memeriksa (password dapat dikodekan, tetapi tidak diterjemahkan).
D. Metodologi Pengembangan User Interface
Antarmuka pengguna adalah salah satu komponen yang paling penting menentukan keberhasilan utama sistem interaktif sejak itu adalah unsur utama yang bertanggung jawab atas kegunaan sistem. Itu desain dan pengembangan antarmuka pengguna untuk sinkron aplikasi koperasi harus mengikuti pendekatan yang berpusat pada pengguna.
Sumber :
http://www.service-architecture.com/web services/articles/java_community_process_jcp.html
http://dgk.or.id/archives/2006/03/30/asal-mula-kata-telematika/
http://idpelajar.com/komputer/osgi-open-service-gateway-initiative/
http://www.total.or.id/info.php?kk=Telematika
http://www.acehforum.com/?s=arsitektur+telematika&x=0&y=0
http://files.surabaya.go.id/telematika/Semester2/Sistem%20Telemedika/Journal%20of%20Telemedicine/?sort=n
Java Community Process (JCP) adalah organisasi internasional dan pemegang lisensi Jawa pengembang yang piagam adalah untuk mengembangkan dan merevisi spesifikasi teknologi Java, referensi implementasi, dan teknologi kompatibilitas kit.
Spesifikasi JCP yang dijelaskan :
1. Java
Java adalah sebuah object-oriented, platform-independen, multithreaded, lingkungan pemrograman. Software ditulis dalam bahasa pemrograman Java dikompilasi ke kode byte. Mesin virtual Java, menafsirkan bahwa kode byte untuk setiap platform yang virtual Java mesin dipasang.
2. J2EE
Java 2 Platform, Enterprise Edition (J2EE) menggunakan multi-tier model didistribusikan. J2EE Platform yang terdiri dari sebuah Web Server dan sebuah EJB Server. (Server-server ini juga disebut "wadah.") Kontainer Web menyediakan lingkungan runtime melalui penamaan komponen yang memberikan konteks dan manajemen siklus hidup. Beberapa Web server mungkin juga menyediakan layanan tambahan seperti keamanan dan kontrol concurrency. Sebuah server Web dapat bekerja dengan EJB server untuk menyediakan beberapa layanan tersebut. Sebuah web server, bagaimanapun, tidak perlu ditempatkan pada mesin yang sama sebagai server EJB. EJB server yang menyediakan lingkungan yang mendukung pelaksanaan aplikasi yang dikembangkan menggunakan Enterprise JavaBeans (EJB) komponen. Ini mengelola dan mengkoordinasikan alokasi sumber daya pada aplikasi. Enterprise kacang biasanya berisi logika bisnis untuk aplikasi J2EE.
3. J2EE EJB server atau wadah
JB server yang menyediakan lingkungan yang mendukung pelaksanaan aplikasi yang dikembangkan menggunakan Enterprise JavaBeans (EJB) komponen. Ini mengelola dan mengkoordinasikan alokasi sumber daya pada aplikasi. Enterprise kacang biasanya berisi logika bisnis untuk aplikasi J2EE.
The EJB server harus memberikan satu atau lebih EJB kontainer. Sebuah kontainer EJB kacang mengelola perusahaan yang terkandung di dalamnya. Untuk setiap perusahaan buncis, wadah bertanggung jawab atas pendaftaran benda, menyediakan interface untuk remote objek, menciptakan dan menghancurkan objek contoh, memeriksa keamanan untuk objek, mengelola negara aktif untuk objek, dan koordinasi didistribusikan transaksi. Opsional, wadah juga dapat mengelola semua data gigih dalam benda.
Teknologi Enterprise JavaBeans mendukung transien dan gigih objek. Sebuah objek sementara disebut sesi kacang, dan objek yang terus-menerus disebut entitas kacang.
Sesi kacang ada hanya untuk jangka waktu satu klien / server sesi. Sesi kacang melakukan operasi seperti mengakses database atau melakukan perhitungan. Sesi kacang dapat transaksional, tetapi biasanya tidak dapat dipulihkan setelah sistem crash. Sesi kacang dapat tanpa kewarganegaraan, atau mereka dapat mempertahankan negara di seluruh metode percakapan dan transaks . Sesi kacang harus mengelola data gigih sendiri.
Suatu entitas bean adalah representasi objek data yang terus-menerus dijaga dalam menyimpan data permanen, seperti database. Sebuah entitas objek dapat mengelola sendiri ketekunan, atau dapat melimpahkan ketekunan ke wadah. Lihat:
4. Java Data Objects (JDO)
Java Data Objects (JDO) spesifikasi adalah bagian dari Sun Java Community Process. JDO adalah program aplikasi Java antarmuka (API) untuk transparan ketekunan. Ia bekerja dengan kedua obyek dan database relasional serta jenis sistem lainnya. Ini dirancang untuk juga bekerja dengan baik dengan EJB dan J2EE.
JDO model obyek yang ditentukan oleh seperangkat kelas Java dan XML file metadata. File metadata berisi petunjuk pemodelan yang baik menimpa semantik ditentukan di Jawa atau menyediakan semantik yang tidak dapat diungkapkan di Jawa. Sebuah enhancer disediakan yang meningkatkan kelas Java yang didasarkan pada model ini petunjuk.
JDO spesifikasi yang menyediakan interface standar untuk mengakses, menyimpan, dan pengolahan objek terus-menerus. Aspek utama dalam model JDO:
PersistenceManager: PersistenceManagers bernegosiasi mengakses, transaksi, dan permintaan antara aplikasi dan data store yang mendasarinya. More on the JDO PersistenceManager (new window) . Lebih pada JDO PersistenceManager (jendela baru).
Transaksi: Transaksi menyediakan untuk atom, konsisten, terisolasi, dan tahan lama pengelolaan data (ACID properti). More on ACID properties (new window) . Lebih lanjut mengenai properti ACID (jendela baru).
Query: The JDO Query Language (JDOQL) memungkinkan pengguna untuk mencari benda-benda yang terus-menerus sesuai kriteria spesifik. JDOQL ini dimaksudkan untuk menjadi netral bahasa query, sehingga query yang mendasarinya bisa bahasa SQL, query database obyek bahasa seperti OQL, atau mengkhususkan API untuk hirarki database atau sistem EIS. More on the JDO Query Language (new window) . Lebih pada JDO Query Language (jendela baru).
PersistenceCapable kelas: entitas aktual yang disimpan dan diambil. Ada tiga model identitas untuk memungkinkan manajemen database yang berbeda sistem. More on JDO identity models . Lebih lanjut mengenai identitas JDO model (jendela baru).
JDO spesifikasi yang menggunakan bahasa Jawa sebanyak mungkin, yang memungkinkan integrasi transparan Jawa. Hal ini diilustrasikan oleh diagram berikut dan kontras dengan sub-bahasa database SQL dan variannya. Dalam diagram ini, Anda hanya melihat bahasa pemrograman tuan rumah dan tidak ada database sub-bahasa atau hubungi antarmuka tingkat seperti pada JDBC.
5. JDBC
JDBC adalah Java API untuk mengeksekusi perintah SQL. Terdiri dari satu set kelas dan interface yang ditulis di Jawa. Meskipun JDBC mirip Microsoft Corporation's Open Database Connectivity (ODBC) API, JDBC menyediakan antarmuka Jawa lebih alami. Memang, bagaimanapun, membangun ODBC, sehingga orang akrab dengan ODBC akan merasa mudah untuk menggunakan JDBC. Baik JDBC dan ODBC didasarkan pada X / Open SQL CLI (Call Level Interface).
Menggunakan JDBC, pernyataan SQL dapat dikirim ke hampir semua sistem manajemen basis data (DBMS). Ini digunakan sebagai antarmuka untuk kedua relasional dan objek DBMSs.
JDBC menggunakan panggilan-pendekatan tingkat bila menggunakan bahasa pemrograman Java. Hal ini diilustrasikan oleh pernyataan JDBC dalam diagram ini.
Contoh sebuah pernyataan JDBC yang menciptakan contoh yang baru akan Person:
PreparedStatement insertPerson = con.prepareStatement( PreparedStatement insertPerson = con.prepareStatement ( "INSERT INTO PERSON " + "INSERT INTO PERSON" + "VALUES (?,?)"); "VALUES (?,?)");
insertPerson.setString(1, "999999999"); insertPerson.setString (1, "999.999.999"); insertPerson.setString(2, "Doug Barry"); insertPerson.setString (2, "Doug Barry"); insertPerson.executeUpdate(); insertPerson.executeUpdate ();
Jika Anda juga ingin memanipulasi Person baru ini tuan rumah contoh di program ini, Anda akan memerlukan kode Java di samping kode ini fragmen yang populates yang contoh di Jawa bersama dengan contoh dalam database. Juga melihat kegigihan transparan vs JDBC tingkat panggilan antarmuka (jendela baru).
Untuk contoh bagaimana arsitektur JDBC dapat digunakan, lihat menggunakan JDBC dengan server aplikasi (jendela baru).
JDBC adalah sebuah nama merek dagang dan bukan merupakan suatu akronim. " JDBC, bagaimanapun, sering keliru berpikir untuk berdiri untuk "Java Database Connectivity."
I. Pendahuluan
OVER RECENT tahun, fitur dan kesempatan yang ditawarkan oleh multimedia dan teknologi komunikasi, seperti modus transfer asinkron (ATM), telah mengakibatkan peningkatan jumlah beberapa aplikasi komersial untuk videoconference, penanganan informasi multimedia gambar pengolahan, dan sebagainya, yang sedang diintegrasikan ke dalam telemedicine aplikasi, terutama di teleradiology Pengguna akhir, yang dalam hal ini adalah kesehatan profesional, menerima satu set aplikasi yang tidak terkoneksi tidak mudah dikelola, di mana integrasi informasi terutama didasarkan pada "copy-dan-paste" mekanisme antara aplikasi. Aksesibilitas teknologi mahal dan manusia sumber daya untuk setiap warga negara, terlepas dari mana sumber daya ini berada, yang jelas saat ini kebutuhan obat-obatan.
Ini adalah kasus sumber daya pencitraan medis di rumah sakit. Itu keberadaan peralatan ini tidak berarti kehadiran di rumah sakit dari semua ahli yang terlibat dalam diagnosis akhir (e.g., radiologi dan traumatologists). Hal ini lebih rasional dan menguntungkan untuk mencari solusi kerja kolaboratif baru, berdasarkan pada sistem informasi terdistribusi, dan untuk tujuan untuk memberikan remote medis pengguna dengan akses ke database citra medis koperasi untuk membantu diagnosis. Pelaksanaan semacam ini strategi akan mengurangi biaya dan mengoptimalkan penggunaan peralatan pencitraan medis. Skenario umum jenis aplikasi telemedicine dapat digambarkan sebagai berikut: dua situs klinis terpencil dengan peralatan yang berbeda dan tenaga medis, dilengkapi dengan dua telemedicine terminal dihubungkan oleh sebuah jaringan broadband, terpisah secara geografis dapat berbagi sumber daya dan dukungan komputer yang diperlukan kerjasama yang didukung (CSCW) antara profesional kesehatan klinis yang terletak pada kedua situs. Dalam skenario ini, pusat pencitraan medis (MIC), khusus dalam diagnosis pencitraan medis, menawarkan pencitraan medis peralatan dan keahlian medis yang diperlukan oleh pengarah rumah sakit (RH), di mana peralatan dan keahlian ini tidak tersedia. Dalam rumah sakit, ahli klinis merujuk pasien mereka ke MIC untuk melaksanakan studi pencitraan medis.
A. Bonaparte Proyek
Sebagai contoh skenario yang digambarkan di atas, makalah ini menyajikan desain, pengembangan, dan evaluasi maju aplikasi dan layanan telemedicine dikembangkan dalam proyek Bonaparte
Gambar. 1. Telepresence dalam sesi klinis skenario. Aakses. Bonaparte konsorsium yang terdiri dari operator, industri telekomunikasi, universitas, dan pengguna dari delapan negara-negara Eropa.
II. METODE Desain yang sesuai jenis ini sangat interaktif sistem harus didasarkan pada pengguna desain terpadu berpusat menjadi kegunaan evaluasi dalam siklus hidup sistem. Ini Pendekatan kegunaan dimulai dengan rinci kebutuhan pengguna analisis, di mana pengguna sistem dan skenario telah ditentukan, dan berlanjut dengan spesifikasi dan desain sistem dan user interface. Akhirnya, kegunaan untuk proses evaluasi harus menjamin pemenuhan terakhir dari kebutuhan pengguna.
A. Analisis Kebutuhan Pengguna Metodologi
Analisis kebutuhan pengguna metodologi yang digunakan dalam proyek bergantung pada deskripsi tertentu konteks di mana aplikasi yang akan digunakan. Konteks ini digunakan deskripsi dilakukan dengan kuesioner yang terstruktur termasuk daftar hierarkis yang paling umum faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegunaan akhir aplikasi.
B. Definisi dari Skenario Telemedis
Berdasarkan skenario telemedicine umum, seperti satu disajikan dalam bagian sebelumnya, beberapa jenis pengguna dan skenario yang diidentifikasi pada kedua pusat kesehatan, yaitu MIC dan RH. Para pengguna aplikasi telemedicine
C. Multimedia Telemedis Platform
Koperasi Medical Diagnosis. Yang telemedicine platform yang digunakan dalam proyek Bonaparte didasarkan pada ATM telemedicine yang ada platform multimedia
Layanan telemedicine lanjutan terdiri dari telemedicine platform adalah sebagai berikut. • Computer-Supported Cooperative Work : Layanan ini memungkinkan dua pengguna untuk berinteraksi secara bersamaan dengan medis aplikasi imaging untuk melakukan diagnosis koperasi. Hal ini dibangun di atas alat-alat CSCW berdasarkan digabungkan longgar didistribusikan arsitektur untuk kerjasama sinkron untuk membantu pelaksanaan aplikasi koperasi. Tindakan dijalankan oleh setiap pengguna di / lokalnya aplikasi secara otomatis direplikasi di remote terminal. • DICOM 3,0 Jasa : Sebuah aplikasi telemedicine imaging diagnosis harus memungkinkan dokter untuk mengakses gambar database didistribusikan peralatan medis dari berbagai produsen. The Digital Imaging dan Komunikasi di Pengobatan (DICOM) 3,0 standar [19] memungkinkan interoperabilitas peralatan pencitraan medis oleh menetapkan seperangkat protokol untuk pertukaran medis gambar dan format penyimpanan gambar. Layanan yang DICOM diimplementasikan di platform memungkinkan aplikasi untuk berkomunikasi dengan DICOM-kompatibel pencitraan medis peralatan untuk query, mengambil, dan menyimpan gambar. • Image Scanning, Pengolahan, dan Percetakan : Layanan ini memungkinkan scanning film gambar berbasis serta dengan pengolahan dan pencetakan. Fungsi gambar pengolahan perpustakaan telah dipilih sesuai dengan kebutuhan diagnosis gambar dari kajian mendalam klinis modalitas (US, NMR, XR, CR, NM, dll,). Selain dasar ini alat pengolahan gambar, lainnya fungsi telah ditambahkan: koreksi, rekonstruksi, dan meningkatkan. Perpustakaan ini mendukung DICOM, TIFF, dan IFF format gambar. • Multimedia Electronic Mail : elektronik multimedia mail memungkinkan pengiriman beberapa objek monomedia (teks, audio, gambar, grafik, dll) dalam transmisi folder. • Video Conference : Layanan ini memungkinkan aplikasi untuk mendirikan real-time berkualitas tinggi (320 240 pixel pada 25 frame / s) bidirectional audio / video saluran antara dua pengguna, ETSI berikut rekomendasi mengenai sungai penundaan. Salah satu fitur utama layanan ini adalah alokasi dinamis audio / video stream prioritas dan kualitas, yang memungkinkan aplikasi lain sungai, seperti foto, untuk meningkatkan bandwidth dinamis. Selain itu, audio dan video bandwidth relatif dapat akan diubah secara dinamis dengan memberikan prioritas audio atas aliran video agar dialog alam di pertahankan. • File Data Transmisi / Penerimaan : ini mendukung pelayanan dasar transfer file yang aman antara dua remote site. Persimpangan layanan ini secara terpisah dari file data file isinya. • Keamanan : mempertahankan layanan keamanan pengguna / departemen / pusat database dengan entri berwenang (user / password). Layanan ini bertanggung jawab untuk password memeriksa (password dapat dikodekan, tetapi tidak diterjemahkan).
D. Metodologi Pengembangan User Interface
Antarmuka pengguna adalah salah satu komponen yang paling penting menentukan keberhasilan utama sistem interaktif sejak itu adalah unsur utama yang bertanggung jawab atas kegunaan sistem. Itu desain dan pengembangan antarmuka pengguna untuk sinkron aplikasi koperasi harus mengikuti pendekatan yang berpusat pada pengguna.
Sumber :
http://www.service-architecture.com/web services/articles/java_community_process_jcp.html
http://dgk.or.id/archives/2006/03/30/asal-mula-kata-telematika/
http://idpelajar.com/komputer/osgi-open-service-gateway-initiative/
http://www.total.or.id/info.php?kk=Telematika
http://www.acehforum.com/?s=arsitektur+telematika&x=0&y=0
http://files.surabaya.go.id/telematika/Semester2/Sistem%20Telemedika/Journal%20of%20Telemedicine/?sort=n
IMPLEMENTASI OSGI
IMPLEMENTASI OSGI
Teknologi Osgi sudah sangat banyak dikembangkan untuk berbagai macam keperluan dalam sehari hari maupun di bidang teknologi informasi dan industry serta di bidang ilmu komputer.
Dalam kehidupan sehari-hari
Dikembangkan untuk mengendalikan alat-alat elektronik dalam rumah tangga dengan internet. Yaitu dengan menghubungkan berbagai framework OSGI ini untuk mengendalikan alat-alat rumah tangga yang bersifat elektronik. Hal ini dilakukan dengan berbagai protocol network yaitu Bluetooth, uPnP,HAVi, dan X10. Dengan bantuan Jini dan standart OSGI dari sun microsistem yaitu Java Embedded Server. Teknologi ini dinamakan home network dan jinni adalah salah satu standart untuk pembuatan home nerwork yang berbasis java.
Teknologi dan industry
Dalam hal ini pengembangan OSGI dalam Teknologi dan industri adalah untuk otomatisasi industri. Seperti otomatisnya system dalam gudang yang dapat meminta dalam PPIC untuk mengadakan bahan baku, dan masih banyak yang lain.
Ilmu Komputer
Dalam ilmu Komputer ini sangat banyak pengembang yang memanfaatkan teknologi OSGI ini. Dari surfing di internet banyak yang mengulas tentang Pemrograman Java yang mengapdopsi teknologi osgi ini. Salah satu contoh adalah knopflerfish merupakan framework untuk melakukan OSGI didalam program Java. Dan juga eclipse IDE merupakan OSGI framework yang dikembangkan oleh eclipse dan berbasis GUI. Dan masih banyak juga dalam server serta program-program lain yang mengembangkan teknologi OSGI ini.
Teknologi Osgi sudah sangat banyak dikembangkan untuk berbagai macam keperluan dalam sehari hari maupun di bidang teknologi informasi dan industry serta di bidang ilmu komputer.
Dalam kehidupan sehari-hari
Dikembangkan untuk mengendalikan alat-alat elektronik dalam rumah tangga dengan internet. Yaitu dengan menghubungkan berbagai framework OSGI ini untuk mengendalikan alat-alat rumah tangga yang bersifat elektronik. Hal ini dilakukan dengan berbagai protocol network yaitu Bluetooth, uPnP,HAVi, dan X10. Dengan bantuan Jini dan standart OSGI dari sun microsistem yaitu Java Embedded Server. Teknologi ini dinamakan home network dan jinni adalah salah satu standart untuk pembuatan home nerwork yang berbasis java.
Teknologi dan industry
Dalam hal ini pengembangan OSGI dalam Teknologi dan industri adalah untuk otomatisasi industri. Seperti otomatisnya system dalam gudang yang dapat meminta dalam PPIC untuk mengadakan bahan baku, dan masih banyak yang lain.
Ilmu Komputer
Dalam ilmu Komputer ini sangat banyak pengembang yang memanfaatkan teknologi OSGI ini. Dari surfing di internet banyak yang mengulas tentang Pemrograman Java yang mengapdopsi teknologi osgi ini. Salah satu contoh adalah knopflerfish merupakan framework untuk melakukan OSGI didalam program Java. Dan juga eclipse IDE merupakan OSGI framework yang dikembangkan oleh eclipse dan berbasis GUI. Dan masih banyak juga dalam server serta program-program lain yang mengembangkan teknologi OSGI ini.
OSGI (Open Service Gateway Intiative)
OSGI (Open Service Gateway Intiative)
Dilihat dari arti kata tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa OSGI ini adalah layanan untuk membuka jembatan dari berbagai jalan. Maksutnya adalah bahwa osgi ini adalah sebuah Tekhnologi dimana kita dapat menggabungkan berbagai fungsi dalam satu tujuan atau aplikasi, suatu cara untuk menggabungkan berbagai bagian-bagian yang mana bagian-bagian ini dibungkus menjadi sebuah aplikasi yang dapat kita gunakan dengan berbagai macam kegunaan. Sebenarnya teknologi ini berawal dari pikiran bagaimana cara mengubah program tanpa membongkar koding. Dari situ teknologi ini mulai dikembangkan dalam bahasa pemrograman mulai dari instalasi, jalannya program, update dan sampai uninstall tanpa perlu memperbarui coding. Manfaat dalam penerapan osgi ini adalah :
Programmer dapat mengupdate atau mengupgrade kodingnya dengan mudah.
Contoh : programmer membuat aplikasi yang mana terdapat bug yang harus ditambal, programmer ini tidak perlu melakukan pengkodingan ulang dan mengganti aplikasi yang lama dengan aplikasi baru yang memakan waktu dan biaya yang besar untuk menambalnya (patching). Seperti cara inject (suntik) ke dalam program yang telah dibuat. Dan ini tidak merubah struktur program dan kinerja program tersebut.
Dengan teknologi osgi ini kita dapat menyatukan berbagai fungsi di dalam aplikasi.
Contoh : seperti plug in yang dapat menambahkan fungsi dalam aplikasi.
Mudah dalam penerapan
Bagi tim yang membuat aplikasi tentunya tugas mereka berbeda. Ada yang membuat desain antar muka atau GUI, ada yang membuat koding jalan softwarenya, ada yang membuat keamanannya, dan lain sebagainya. Nah dari semua koding yang telah dibuat ini kita dapat satukan dengan dan Dibungkus dari komponen-komponen OSGI ini.
Efisiensi biaya
Dalam hal ini untuk pengembangan sebuah software dapat menekan biaya yang dikeluarkan dalam pemeliharaan software. Seperti yang tertera dalam penjelasan a.
Sebenarnya masih banyak keuntungan atau manfaat osgi ini. Dan dapat dilihat pada web resmi osgi alliance.
Dilihat dari arti kata tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa OSGI ini adalah layanan untuk membuka jembatan dari berbagai jalan. Maksutnya adalah bahwa osgi ini adalah sebuah Tekhnologi dimana kita dapat menggabungkan berbagai fungsi dalam satu tujuan atau aplikasi, suatu cara untuk menggabungkan berbagai bagian-bagian yang mana bagian-bagian ini dibungkus menjadi sebuah aplikasi yang dapat kita gunakan dengan berbagai macam kegunaan. Sebenarnya teknologi ini berawal dari pikiran bagaimana cara mengubah program tanpa membongkar koding. Dari situ teknologi ini mulai dikembangkan dalam bahasa pemrograman mulai dari instalasi, jalannya program, update dan sampai uninstall tanpa perlu memperbarui coding. Manfaat dalam penerapan osgi ini adalah :
Programmer dapat mengupdate atau mengupgrade kodingnya dengan mudah.
Contoh : programmer membuat aplikasi yang mana terdapat bug yang harus ditambal, programmer ini tidak perlu melakukan pengkodingan ulang dan mengganti aplikasi yang lama dengan aplikasi baru yang memakan waktu dan biaya yang besar untuk menambalnya (patching). Seperti cara inject (suntik) ke dalam program yang telah dibuat. Dan ini tidak merubah struktur program dan kinerja program tersebut.
Dengan teknologi osgi ini kita dapat menyatukan berbagai fungsi di dalam aplikasi.
Contoh : seperti plug in yang dapat menambahkan fungsi dalam aplikasi.
Mudah dalam penerapan
Bagi tim yang membuat aplikasi tentunya tugas mereka berbeda. Ada yang membuat desain antar muka atau GUI, ada yang membuat koding jalan softwarenya, ada yang membuat keamanannya, dan lain sebagainya. Nah dari semua koding yang telah dibuat ini kita dapat satukan dengan dan Dibungkus dari komponen-komponen OSGI ini.
Efisiensi biaya
Dalam hal ini untuk pengembangan sebuah software dapat menekan biaya yang dikeluarkan dalam pemeliharaan software. Seperti yang tertera dalam penjelasan a.
Sebenarnya masih banyak keuntungan atau manfaat osgi ini. Dan dapat dilihat pada web resmi osgi alliance.
Middleware Telematika
Middleware Telematika
Pengertian Middleware telematika didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer - layer TCP/IP . Dan besar kemungkinannya bahwa OLEDB akan menjadi database middleware yang paling populer pada saat teknologinya matang, karena keterbukaannya, arsitekturnya yang object-oriented, dan kemampuannya mengakses hampir semua tipe penyimpanan. Middleware merupakan komponen perangkat lunak yang memberikan peranan penting dalam pengembangan aplikasi client/server dengan tidak memandang platform.
Beberapa arsitektur dan tipe middleware dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk itu diperlukan kerangka arsitektur dan platform yang kompatibel bagi semua departemen dan lembaga pemerintah, serta penerapan standardisasi bagi berbagai hal yang terkait dengan penggunaan teknologi telematika secara luas. Agar pemerintah dapat meningkatkan hubungan kerja antar instansi pemerintah serta dapat menyediakan pelayanan bagi masyarakat dan dunia usaha secara efektif dan transparan, diperlukan kerangka arsitektur dan platform yang kompatibel untuk memperlihatkan arsitektur yang kuat, karena merupakan jaringan kerja dan tidak terdapat pusat kontrolnya.
Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server.
Sistem client server didefinisikan sebagai solusi-solusi baru ini memberikan penghantaran aplikasi tingkat lanjut, koneksi data center, dan kemampuan campus network kelas enterprise termasuk arsitektur yang dibutuhkan untuk membangun jaringan generasi berikutnya.
Pengertian Middleware telematika didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer - layer TCP/IP . Dan besar kemungkinannya bahwa OLEDB akan menjadi database middleware yang paling populer pada saat teknologinya matang, karena keterbukaannya, arsitekturnya yang object-oriented, dan kemampuannya mengakses hampir semua tipe penyimpanan. Middleware merupakan komponen perangkat lunak yang memberikan peranan penting dalam pengembangan aplikasi client/server dengan tidak memandang platform.
Beberapa arsitektur dan tipe middleware dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk itu diperlukan kerangka arsitektur dan platform yang kompatibel bagi semua departemen dan lembaga pemerintah, serta penerapan standardisasi bagi berbagai hal yang terkait dengan penggunaan teknologi telematika secara luas. Agar pemerintah dapat meningkatkan hubungan kerja antar instansi pemerintah serta dapat menyediakan pelayanan bagi masyarakat dan dunia usaha secara efektif dan transparan, diperlukan kerangka arsitektur dan platform yang kompatibel untuk memperlihatkan arsitektur yang kuat, karena merupakan jaringan kerja dan tidak terdapat pusat kontrolnya.
Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server.
Sistem client server didefinisikan sebagai solusi-solusi baru ini memberikan penghantaran aplikasi tingkat lanjut, koneksi data center, dan kemampuan campus network kelas enterprise termasuk arsitektur yang dibutuhkan untuk membangun jaringan generasi berikutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)